Minggu, 18 November 2012

Penakluk Jalanan



Pagi hari dengan pancaran sinar yang telah mengusik tidurku, aku duduk santai diteras rumah ,dengan sebatang rokok yang setia menemani pagi hariku dan tak lupa secangkir kopi hitam kupu-kupu buatan tangan ibuku tersayang ,dan ayahku selalu sibuk di pagi hari dengan kendaraannya yang selalu ia manjakan.disebelah kendaraan ayahku ada sebuah motor tua yang berbentuk seperti motor perang pada jaman dahulu .ya,itulah kendaraanku VESPA  Bajaj tahun 1980. Vespa itu yang membuatku terlihat gagah saat sedang kukendarai di jalanan besar.kuhabiskan kopi dan rokok,bersiap untuk berangkat kuliah. Dengan bekal uang yang di berikan ibuku,ya,cukuplah untuk mengisi perutku dan mengisi perut vespaku.setiap kali mengendarai vespa, hembusan angin yang berirama masuk melalui sela-sela pelindung kepalaku yang tanpa kaca. raungan knalpot dengan lepas tanpa hambatan memberiku semangat untuk memacu laju vespaku. Dari sebuah kendaraan tua ini,aku memiliki sahabat yang sama-sama menggemari vespa.dua orang sahabatku ini selalu hadir dikampus,sebut saja mereka dengan panggilannya Aday dan Logor.walaupun kami dari fakultas yang sama tetapi dengan jurusan berbeda,kami memiliki kemampuan yang cukup unik. Aday dari jurusan bahasa Indonesia,memiliki keahlian bermain gitar dan mengerti tentang Vespa. Logor dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,memiliki pemikiran yang sedikit ekstrim dalam kehidupannya dan ia tidak terlalu mengerti tentang mesin Vespa,aku sendiri dari jurusan yang sama seperti Logor,aku yang termuda dari dua orang sahabatku ini,aku memiliki bakat bermain sepakbola dan masih sedikit mengerti tentang mesin Vespa.
Kampus

Aku datang dengan senyumanku yang membuat mereka langsung berseru “hhhhuuuuuuu...” . karna aku datang tak tepat waktu. Maaf sahabat ketidak tepatanku terhadap waktu,itu semua mempunyai alasan untuk mempercayai kalian terhadap kelalaian waktuku. Saat dijalan tadi menuju kampus,aku melihat seorang pria duduk disebelah mesin vespa tepat diseberang Pabrik Mentos sebelum jalan baru sentul,sambil mengotak-atik mesin vespanya.aku hampiri pria tersebut,pria itupun tersenyum saat menoleh kearahku dengan raut wajah tak lagi muda dengan rambut dan janggutnya yang sudah memutih. Akupun memberikan senyuman kembali kepada pria tersebut.setelah kumatikan mesin vespaku,kuamankan dahulu vespa kesayanganku dari teriknya matahari.standar dua vespa menjadi peran penting disaat vespa diparkirkan dan disaat vespa sedang lelah.sejenak aku membantu vespa milik pria yang tidak muda lagi itu mogok.setelah selesai aku menghidupkan kembali semangat pria yang tidak muda lagi itu,aku melanjutkan perjalanan menuju kampus.begitulah keterlambatanku sampai dikantin kampus.langsung saja aku membeli segelas kopi hitam sebagai tanda maaf atas keterlambatanku.sahabatku memaklumi atas semua waktu yang kuhabiskan dijalan. Disaat sedang asik ngobrol sahabatku Logor punya info tentang event yang bertempatkan dikota Kembang BANDUNG,serentak aku dan aday menatap kearah wajah Logor.dan bertanya-tanya kapan event itu di selenggarakan.logor dengan pasti dan jelas memberi info tentang event Bandung.dan aku bertanya kepada mereka berdua yang sudah semester akhir adakah waktu untuk kalian menghadiri event tersebut.jawaban mereka berdua cukup menyejukkan hati petarung jalanan sepertiku ini.dengan tegas dan yakin mereka jawab “BERANGKAT”.kopi hitam kebanggaan telah habis terteguk oleh kami,dengan semangat kami beranjak pergi dan mencari tempat untuk kami singgahi berikutnya. kami bergegas menuju vespa yang kami parkirkan dilapangan basket dekat dengan fakultas kami. Persinggahan kami berikutnya yaitu Gedung PPS yang berada dekat gerbang pintu keluar-masuk kampus kami.ditempat ini kami mempersiapkan segalanya untuk mesin vespa kami.setelah semuanya selesai dipersiapkan,kami beranjak pulang.cepat sekali jam memutar jarumnya,saat kami sedang mempersiapkan kendaraan tempur kami,tak terasa bila waktu sudah menunjukkan waktu senja,memang segala sesuatu dijalani dengan ikhlas takkan terasa lelah walau banyak rintangan.
Waktu Senja di Jalan
Kami pun beranjak pergi dari kampus,yang kami hampiri pertama kali adalah Pom Bensin ,untuk kenyamanan dan keamaan kami di perjalanan pulang alangkah baiknya kami isi perut vespa kami terlebih dahulu,dengan uang lima ribu rupiah kami bisa sampai rumah dengan kendaraan yang tidak kehabisan bensinnya.tetapi ada hal yang tak terduga setelah pengisian bensin,vespa salah satu sahabat kami mengalami kendala. Ya,kita selalu siap membantu perbaiki kerusakan. Dengan paras yang lelah,baju dibasahai oleh keringat,mimik wajah yang tadinya lesu menjadi senang setelah mesin vespa tersebut kembali menyala.kami tuangkan rasa lelah kami ,menuju warung yang dekat pom bensin itu.dengan membeli sebotol air mineral dan tiga batang rokok ,rasa lelah hilang seketika.sesudah menghabiskan waktu di warung itu,kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju rumah masing-masing.tetapi sahabatku Logor selalu bermalam di rumah ayahku,dikarnakan rumah ia lumayan jauh apabila diharuskan pulang-pergi kampus.rumah ayahku selalu terbuka untuk teman dan sahabat-sahabatku.diperjalanan pulang kami terpisah dengan aday yang pulang melalui jalan baru menuju arah parung.sekarang tinggal aku dan logor,melanjutkan perjalanan menuju rumah ayahku yang betempatkan di Cibinong. Lumayan perjalanan yang menguras tenaga,empat puluh lima menit jarak antara Bogor-Cibinong.
Rumah Ayah
            Sesampainya dirumah aku dan logor tidak langsung masuk kedalam rumah,aku memeriksa kembali vespa logor ,apakah layak atau tidak untuk tour  Bandung.ternyata kerusakan vespa logor hanya pada kabel listrik yang menyambungkannya pada kuil. Sangat beruntung vespa ini,seperjalanan pulang tadi masih menyisakan listrik yang sudah tercampur oli untuk menyalakan mesin.secepat mungkin aku mengganti kabel itu dengan kabel yang tersimpan dalam tepong(box) vespaku.ternyata keberangkatan tour menuju Bandung adalah hari ini.aku dan logor masuk kedalam rumah, kutengok ke ruang tamu ternyata tak ada siapa-siapa,kutengok kekamar ibuku,ibuku sedang solat isya,ayahku rasanya belum pulang dari tempat kerjaannya,karna kendaraan ayahku tak nampak diteras rumah.logor kusuruh membersihkan badan lebih dahulu,karna ia orangnya sulit untuk membersihkan badan.selesai dia membersihkan badannya,aku bergegas menuju ruang hampa nan lembab namun dapat membersihkan badanku.setelah membersihkan badan aku berkemas keperluan yang aku butuhkan di Bandung nanti.ibuku memanggilku dengan penuh kasih sayang,beliau menyuruhku makan,aku dan logor langsung menuju meja makan.setelah selesai mengisi kebutuhan perut,aku dan logor pamit berangkat menuju Bandung,karna aday sudah menghubungiku,aku dan aday sudah berjanji akan bertemu disuatu tempat sebelum keberangkatan.
Perjalanan Menuju kota BANDUNG
            Sesampainya ditempat yang sudah dijanjikan aku ,aday ,dan logor berdo’a untuk keselamatan perjalanan menuju Bandung,agar tidak terjadi hal-hal yang menghambat perjalanan kami. dengan langit hitam yang dipenuhi sinaran bintang dan cahaya bulan yang menerangi bumi,kami berangkat menuju Bandung. Rencana yang tak terduga,sangat tepat dengan waktu dan hari.kami berangkat pada sabtu malam,perjalanan yang lumayan panjang menggunakan motor tua dengan tampilan luar yang lebar.sesampai dipuncak bintang-bintang masih benderang memancarkan sinarnya,kami singgah dipuncak pas,disana kami bertemu Aray ,begitulah panggilannya bila dikampus.Aray dari jurusan bahasa Indonesia ,ia memiliki keahlian bermain jimbe. Dinginnya puncak seperti meremas jantung hingga telapak dan jari-jari tangan mati rasa dibuatnya.segelas kopi hitam tak terasa kehangatannya,sambil berbincang-bincang kami mengajak aray untuk ikut bersama kami.kabut puncak dengan cepat menebal dan mengaburkan pandangan. Namun logor tak mau terhambat karna kabut.memang sepi waktu perjalanan kami,cahaya bulan yang sudah menipis cahayanya membuat resah hati sang penakluk jalanan,”bila matahari terbit nanti kami belum sampai tujuan,kita gagal menjadi penakluk jalanan”.itu ujar logor.memang ekstrim otak manusia ini. Hahaha...
Ditengah perjalanan dingin semakin terasa sangat dalam hingga menusuk otak kami, spanduk dan bendera sponsor menjadi sasaran kami untuk dijadikan selimut dan alas kami beristirahat. Beruntunglah kami singgah di warung yang masih buka. Karna aku tidak bisa berbahasa sunda biar sahabat-sahabatku saja yang ngobrol sambil bertanya kepada pemilik warung,sedangkan aku memeriksa kondisi vespa.usai perbincangan dan selesaiku periksa kondisi vespa,kami melanjutkan kembali perjalanan.tak terduga razia geng motor di kota Bandung masih berlangsung tetapi vespa yang kami tunggangi ini tidak terlibat dalam razia tersebut,akhirnya kami lolos dengan senyum lebar dan tatapan mata yang senang,sebab itulah kami bangga memiliki sebuah kendaraan yang seharusnya sudah dimusiumkan ini.Hehehe.. Tidak jauh dari tempat razia itu berada ,event vespa di Bandung sudah terasa dekat dihati kami,lalu kami sampai tujuan dengan selamat.hari juga belum menunjukkan cahaya terang,tandanya kami lolos menjadi penakluk jalanan seperti yang diucapkan logor. udara embun sudah merasuki pernafasan kami,terasa segar, namun mata kami sepertinya sedang tidak bersahabat untuk merasakan kota Bandung dipagi yang belum bercahaya.kami mengistirahatkan raga kami untuk mengembalikan semangat kami lagi.sungguh perjalanan yang luar biasa tanpa mengistirahatkan penglihatan kami.