Pagi
hari dengan pancaran sinar yang telah mengusik tidurku, aku duduk santai
diteras rumah ,dengan sebatang rokok yang setia menemani pagi hariku dan tak
lupa secangkir kopi hitam kupu-kupu buatan tangan ibuku tersayang ,dan ayahku
selalu sibuk di pagi hari dengan kendaraannya yang selalu ia manjakan.disebelah
kendaraan ayahku ada sebuah motor tua yang berbentuk seperti motor perang pada
jaman dahulu .ya,itulah kendaraanku VESPA
Bajaj tahun 1980. Vespa itu yang membuatku terlihat gagah saat sedang
kukendarai di jalanan besar.kuhabiskan kopi dan rokok,bersiap untuk berangkat
kuliah. Dengan bekal uang yang di berikan ibuku,ya,cukuplah untuk mengisi perutku
dan mengisi perut vespaku.setiap kali mengendarai vespa, hembusan angin yang
berirama masuk melalui sela-sela pelindung kepalaku yang tanpa kaca. raungan
knalpot dengan lepas tanpa hambatan memberiku semangat untuk memacu laju
vespaku. Dari sebuah kendaraan tua ini,aku memiliki sahabat yang sama-sama
menggemari vespa.dua orang sahabatku ini selalu hadir dikampus,sebut saja
mereka dengan panggilannya Aday dan Logor.walaupun kami dari fakultas yang sama
tetapi dengan jurusan berbeda,kami memiliki kemampuan yang cukup unik. Aday
dari jurusan bahasa Indonesia,memiliki keahlian bermain gitar dan mengerti
tentang Vespa. Logor dari jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,memiliki
pemikiran yang sedikit ekstrim dalam kehidupannya dan ia tidak terlalu mengerti
tentang mesin Vespa,aku sendiri dari jurusan yang sama seperti Logor,aku yang
termuda dari dua orang sahabatku ini,aku memiliki bakat bermain sepakbola dan
masih sedikit mengerti tentang mesin Vespa.
Kampus
Aku
datang dengan senyumanku yang membuat mereka langsung berseru “hhhhuuuuuuu...”
. karna aku datang tak tepat waktu. Maaf sahabat ketidak tepatanku terhadap
waktu,itu semua mempunyai alasan untuk mempercayai kalian terhadap kelalaian
waktuku. Saat dijalan tadi menuju kampus,aku melihat seorang pria duduk
disebelah mesin vespa tepat diseberang Pabrik Mentos sebelum jalan baru
sentul,sambil mengotak-atik mesin vespanya.aku hampiri pria tersebut,pria
itupun tersenyum saat menoleh kearahku dengan raut wajah tak lagi muda dengan
rambut dan janggutnya yang sudah memutih. Akupun memberikan senyuman kembali
kepada pria tersebut.setelah kumatikan mesin vespaku,kuamankan dahulu vespa
kesayanganku dari teriknya matahari.standar dua vespa menjadi peran penting
disaat vespa diparkirkan dan disaat vespa sedang lelah.sejenak aku membantu
vespa milik pria yang tidak muda lagi itu mogok.setelah selesai aku
menghidupkan kembali semangat pria yang tidak muda lagi itu,aku melanjutkan
perjalanan menuju kampus.begitulah keterlambatanku sampai dikantin kampus.langsung
saja aku membeli segelas kopi hitam sebagai tanda maaf atas
keterlambatanku.sahabatku memaklumi atas semua waktu yang kuhabiskan dijalan.
Disaat sedang asik ngobrol sahabatku Logor punya info tentang event yang
bertempatkan dikota Kembang BANDUNG,serentak aku dan aday menatap kearah wajah
Logor.dan bertanya-tanya kapan event itu di selenggarakan.logor dengan pasti
dan jelas memberi info tentang event Bandung.dan aku bertanya kepada mereka
berdua yang sudah semester akhir adakah waktu untuk kalian menghadiri event
tersebut.jawaban mereka berdua cukup menyejukkan hati petarung jalanan
sepertiku ini.dengan tegas dan yakin mereka jawab “BERANGKAT”.kopi hitam
kebanggaan telah habis terteguk oleh kami,dengan semangat kami beranjak pergi
dan mencari tempat untuk kami singgahi berikutnya. kami bergegas menuju vespa
yang kami parkirkan dilapangan basket dekat dengan fakultas kami. Persinggahan
kami berikutnya yaitu Gedung PPS yang berada dekat gerbang pintu keluar-masuk
kampus kami.ditempat ini kami mempersiapkan segalanya untuk mesin vespa
kami.setelah semuanya selesai dipersiapkan,kami beranjak pulang.cepat sekali
jam memutar jarumnya,saat kami sedang mempersiapkan kendaraan tempur kami,tak
terasa bila waktu sudah menunjukkan waktu senja,memang segala sesuatu dijalani
dengan ikhlas takkan terasa lelah walau banyak rintangan.
Waktu Senja di Jalan
Waktu Senja di Jalan
Kami
pun beranjak pergi dari kampus,yang kami hampiri pertama kali adalah Pom Bensin
,untuk kenyamanan dan keamaan kami di perjalanan pulang alangkah baiknya kami
isi perut vespa kami terlebih dahulu,dengan uang lima ribu rupiah kami bisa
sampai rumah dengan kendaraan yang tidak kehabisan bensinnya.tetapi ada hal
yang tak terduga setelah pengisian bensin,vespa salah satu sahabat kami
mengalami kendala. Ya,kita selalu siap membantu perbaiki kerusakan. Dengan
paras yang lelah,baju dibasahai oleh keringat,mimik wajah yang tadinya lesu
menjadi senang setelah mesin vespa tersebut kembali menyala.kami tuangkan rasa
lelah kami ,menuju warung yang dekat pom bensin itu.dengan membeli sebotol air
mineral dan tiga batang rokok ,rasa lelah hilang seketika.sesudah menghabiskan
waktu di warung itu,kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju rumah
masing-masing.tetapi sahabatku Logor selalu bermalam di rumah ayahku,dikarnakan
rumah ia lumayan jauh apabila diharuskan pulang-pergi kampus.rumah ayahku
selalu terbuka untuk teman dan sahabat-sahabatku.diperjalanan pulang kami
terpisah dengan aday yang pulang melalui jalan baru menuju arah parung.sekarang
tinggal aku dan logor,melanjutkan perjalanan menuju rumah ayahku yang
betempatkan di Cibinong. Lumayan perjalanan yang menguras tenaga,empat puluh
lima menit jarak antara Bogor-Cibinong.
Rumah Ayah
Sesampainya dirumah aku dan logor
tidak langsung masuk kedalam rumah,aku memeriksa kembali vespa logor ,apakah
layak atau tidak untuk tour
Bandung.ternyata kerusakan vespa logor hanya pada kabel listrik yang
menyambungkannya pada kuil. Sangat beruntung vespa ini,seperjalanan pulang tadi
masih menyisakan listrik yang sudah tercampur oli untuk menyalakan
mesin.secepat mungkin aku mengganti kabel itu dengan kabel yang tersimpan dalam
tepong(box) vespaku.ternyata keberangkatan tour menuju Bandung adalah hari
ini.aku dan logor masuk kedalam rumah, kutengok ke ruang tamu ternyata tak ada
siapa-siapa,kutengok kekamar ibuku,ibuku sedang solat isya,ayahku rasanya belum
pulang dari tempat kerjaannya,karna kendaraan ayahku tak nampak diteras
rumah.logor kusuruh membersihkan badan lebih dahulu,karna ia orangnya sulit
untuk membersihkan badan.selesai dia membersihkan badannya,aku bergegas menuju
ruang hampa nan lembab namun dapat membersihkan badanku.setelah membersihkan
badan aku berkemas keperluan yang aku butuhkan di Bandung nanti.ibuku
memanggilku dengan penuh kasih sayang,beliau menyuruhku makan,aku dan logor
langsung menuju meja makan.setelah selesai mengisi kebutuhan perut,aku dan
logor pamit berangkat menuju Bandung,karna aday sudah menghubungiku,aku dan
aday sudah berjanji akan bertemu disuatu tempat sebelum keberangkatan.
Perjalanan Menuju kota BANDUNG
Sesampainya
ditempat yang sudah dijanjikan aku ,aday ,dan logor berdo’a untuk keselamatan
perjalanan menuju Bandung,agar tidak terjadi hal-hal yang menghambat perjalanan
kami. dengan langit hitam yang dipenuhi sinaran bintang dan cahaya bulan yang
menerangi bumi,kami berangkat menuju Bandung. Rencana yang tak terduga,sangat
tepat dengan waktu dan hari.kami berangkat pada sabtu malam,perjalanan yang
lumayan panjang menggunakan motor tua dengan tampilan luar yang lebar.sesampai
dipuncak bintang-bintang masih benderang memancarkan sinarnya,kami singgah
dipuncak pas,disana kami bertemu Aray ,begitulah panggilannya bila dikampus.Aray
dari jurusan bahasa Indonesia ,ia memiliki keahlian bermain jimbe. Dinginnya
puncak seperti meremas jantung hingga telapak dan jari-jari tangan mati rasa
dibuatnya.segelas kopi hitam tak terasa kehangatannya,sambil berbincang-bincang
kami mengajak aray untuk ikut bersama kami.kabut puncak dengan cepat menebal
dan mengaburkan pandangan. Namun logor tak mau terhambat karna kabut.memang
sepi waktu perjalanan kami,cahaya bulan yang sudah menipis cahayanya membuat
resah hati sang penakluk jalanan,”bila matahari terbit nanti kami belum sampai
tujuan,kita gagal menjadi penakluk jalanan”.itu ujar logor.memang ekstrim otak
manusia ini. Hahaha...
Ditengah
perjalanan dingin semakin terasa sangat dalam hingga menusuk otak kami, spanduk
dan bendera sponsor menjadi sasaran kami untuk dijadikan selimut dan alas kami
beristirahat. Beruntunglah kami singgah di warung yang masih buka. Karna aku
tidak bisa berbahasa sunda biar sahabat-sahabatku saja yang ngobrol sambil
bertanya kepada pemilik warung,sedangkan aku memeriksa kondisi vespa.usai
perbincangan dan selesaiku periksa kondisi vespa,kami melanjutkan kembali
perjalanan.tak terduga razia geng motor di kota Bandung masih berlangsung
tetapi vespa yang kami tunggangi ini tidak terlibat dalam razia
tersebut,akhirnya kami lolos dengan senyum lebar dan tatapan mata yang
senang,sebab itulah kami bangga memiliki sebuah kendaraan yang seharusnya sudah
dimusiumkan ini.Hehehe.. Tidak jauh dari tempat razia itu berada ,event vespa
di Bandung sudah terasa dekat dihati kami,lalu kami sampai tujuan dengan
selamat.hari juga belum menunjukkan cahaya terang,tandanya kami lolos menjadi penakluk
jalanan seperti yang diucapkan logor. udara embun sudah merasuki pernafasan
kami,terasa segar, namun mata kami sepertinya sedang tidak bersahabat untuk
merasakan kota Bandung dipagi yang belum bercahaya.kami mengistirahatkan raga
kami untuk mengembalikan semangat kami lagi.sungguh perjalanan yang luar biasa
tanpa mengistirahatkan penglihatan kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar